Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu

Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu - Proses kerja dilakukan sesuai prosedur yang benar sehingga dapat menghindari kesalahan-kesalahan dan akan mendapatkan hash yang maksimal. Berikut adalah Iangkah-langkah kerja yang harus dilakukan ketika akan melakukan kerja mengukir.

a. Penyiapan bahan

Prinsip kegiatan penyiapan bahan adalah menyiapkan kayu yang akan diukir sesuai ukuran yang ditentukan. Kegiatan ini meliputi mengukur, memotong, dan menghaluskan permukaan kayu.

b. Penyiapan alat

Prakarya-dan-Kewirausahaan.blogspot.com, Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu, Prakarya dan Kewirausahaan
Prinsip kegiatan penylapan alat adalah meinilih alat yang akan digunakan dan mengondisikan alat dalam keadaan siap pakal sehingga benar-benar slap digunakan untuk mengukir. Alat yang tumpul harus diasah hingga tajam.

c. Membuat Rancangan/Gambar Kerja

Sebelum menentukan benda kerja/produk terlebih dahulu mendesain karya kerajinan yang akan dibuat. Pelajarilah beberapa motif yang bisa diukir serta di mana penerapannya. Hal ni dapat diawali dengan belajar membuat sketsa-sketsa desain yang paling sederhana yaltu dengan motif-motif geometris dan penerapannya. Contoh motif geometris dan penerapannya pada produk kerajinan, Berikut ini merupakan contoh desain kapstok berukir dengan motif tradisional Kalimantan Barat (Motif Dayak). Kamu diharapkan dapat membuat desain-desain lain sesuai dengan kreativitas kamu. Spesifikasi ukuran yang di buat adalah sebagai berikut:
Ukuran : Panjang 50 cm
Lebar 20 cm
Tebal 2 cm ;1

d. Menyiapkan Pola

Prinsip penyiapan pola adalah menyiapkan atau  membuat gambar sesuai bentuk dan ukuran yang  akan diukir. Gambar pola ini sekaligus akan digunakan  sebagai acuan/pedoman untuk kerja mengukir supaya bentuk dan ukuran tidak menyimpang dan ketentuan.

e. Menempel Pola 

pada Papan yang Sudah Disiapkan Setelah proses memola selesai, maka langkah selanjutnya adalah menempel pola pada papan yang sudah disiapkan. Caranya : papan diberi lem secukupnya dan diratakan, pola direkatkan pada papan yang sudah diberi lem, dan satu tepi ke tepi yang lain kemudian pola ditekan pelanp elan hingga posisi gambar rata, halus dan tepat.

f. Menyekrol (krawangan)

Menyekrol adalah proses melubang/memotong motif menjadi tembus yang sering disebut ukir krawangan. Proses ini tidak selalu dilakukan dalam proses mengukir, bergantung pada keinginan dalam membentuk ukirannya. apakah menginginkan ukiran krawangan atau tidak.

g. Memahat Awal (getak’i)

Permulaan pekerjaan mengukir adalah membuat “bukaan” ukiran. Bukaan adalah membentuk ukiran secara garis besar dan dalam keadaan kasar dan global. Pada tahapan in diperlihatkan arah dan bentuk ukiran, seperti: bentuk bulat, cekung, tinggi atau rendah sebatas getakan garis pola sehingga jika gambar atau pola yang telah ditempel terkelupas, motifnya tidak hilang.

h. Memahat Bagian Dasaran (lemahan)

Memahat pada dasaran/lemahan dilakukan apabila ukirannya tidaktembus/ krawangan, sehingga motifnya akan terlihat jika lemahannya sudah selesai di buat. ini salah satu

i. Membentuk ukiran

Proses ini merupakan proses pembentukan tinggi rendahnya motif, atau timbul
cekungnya motif sehingga membentuk sebuah ukiran yang indah dan menarik.

j. Memberi Benangan (Coretan) pada Motif

Membuat garis-garis pecahan pada ukiran yang sudah terbentuk secara halus sesuai dengan gambar, sehingga bentuk lebih hidup, dinainis termasuk bentuk cawenannya.

k. Mengampelas (menghaluskan)

Pengampelasan dilakukan setelah proses mengukir selesai. Pengampelasan harus dilakukan dengan hati hati karena jika pengampelasan dilakukan sembarangan, pengampelasan akan  merusak bentuk ukiran yang sudah bagus. Peinilihan kasar halusnya kertas ampelasjuga harus benar, jangan sampai ukiran yang sudah halus kemudian rusak akibat penggunaan kertas ampelas yang kasar.

I. Finishing

Finishing sangat menentukan hasil akhir dan pembuatan karya ukiran. OIeh karena itu tahap ini harus dilakukan secara hati-hati dan benar supaya hasil akhir menjadi Iebih baik. Finishing merupakan proses penyelesaian akhir sebuah pekerjaan. Finishing pada contoh proses berkarya di atas dapat menggunakan bahan politur teknik kuas dan oles. Jika proses finishing selesal dilanjutkan dengan pemasangan gantungan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel